Komunitas

The power of community to create health is far greater than any physician, clinic, or hospital
Mark Hyman, American physician, scholar and New York Times best-selling author.

Di dua edisi terbaru majalah saya dalam format new look, saya diberi kepercayaan untuk menuliskan tentang komunitas. Yang pertama komunitas musisi perempuan dan yang kedua adalah komunitas pelari perempuan. Rubrik yang saya pegang adalah Sisterhood. Rubrik ini memfokuskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan komunitas perempuan dengan semangat sisterhood. 

Dari komunitas musikus dan penyanyi perempuan yang bernama Sisterhoodgigs itu saya mendapati bahwa para musikus dan penyanyi perempuan ini ingin mengadakan pertunjukan yang independen, tidak dikuasai oleh sponsor. Mereka bebas tampil dengan busana yang mereka inginkan, menyanyikan lagu-lagu apa pun yang mereka inginkan. Suasana akrab juga lebih terasa karena musisi dan penonton bisa saling berinteraksi. Musisi perempuan yang ikut serta, namanya sudah cukup terkenal, seperti Kikan Cokelat, Rida “RSD” Nursanti, Dea Ananda, Enno Lerian, Dea Mirella, dan masih banyak lagi. Mereka berkumpul bersama setiap hari Jumat di akhir bulan untuk menghibur penonton di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, tanpa dibayar.

Begitu pun di komunitas lari yang bernama Oneng Blarian (Obler). Saya menemukan keakraban di antara para perempuan yang memiliki keinginan sama: ingin lebih sehat dengan melakukan olahraga secara rutin. Mereka tidak menargetkan anggotanya untuk berprestasi di berbagai event, tetapi jika ada yang berprestasi akan mereka dukung. Sebaliknya, jika ada pelari pemula yang masih ngos-ngosan berlari, mereka juga akan membantu agar pemula pun bisa seiring bersama mereka. Komunitas ini sudah setahun memiliki jadwal rutin berlari setiap hari Selasa dan Kamis, dengan seorang pelatih profesional.

Melihat kehangatan dua komunitas ini, saya jadi teringat beberapa tahun lalu juga pernah tergabung dalam komunitas penulis. Begitu pun teman-teman saya yang saat ini bukunya sudah beredar di toko buku, semuanya pernah menjadi anggota komunitas menulis.

Dalam komunitas menulis, para anggota biasanya dipacu untuk menulis setiap hari, atau menulis dalam tema tertentu, yang kemudian dipublikasikan bersama dan dikomentari bersama. Saya sendiri pernah merasakan asyiknya tulisan saya dikomentari, dikritik, bahkan dipuji. Bahkan saat komunitas tersebut menerbitkan buku yang berisi kumpulan karya bersama, meski penjualannya tidak besar (berputar di komunitas itu juga), tetapi rasanya ada kebanggaan luar biasa.

Bergabung dalam komunitas membuat seseorang terpacu melakukan hal secara rutin karena dilakukan bersama-sama. Berada dalam komunitas juga membuat seseorang tidak merasa menanggung derita hidup sendirian. Misalnya komunitas Lovepink yang memberikan dukungan kepada penderita kanker payudara. Komunitas ini mendampingi pasien kanker payudara saat melakukan berbagai terapi untuk kesembuhannya. Sehingga, kanker tidak lagi dianggap penyakit yang mematikan harapan hidup, tetapi justru membangkitkan seseorang untuk hidup kembali (sembuh dan berkarya lagi). Bahkan komunitas ini juga gencar memberikan kampanye SADARI (perikSA payuDAra sendiRI), yakni rutin memeriksa payudara sendiri di rumah untuk mendeteksi kanker. Sebab kanker, jenis apa pun, semakin awal dideteksi akan semakin mudah diobati.

Komunitas memberikan kesempatan untuk memaksimalkan humanitas kita. Saya tak heran jika saya merasa sangat bahagia setiap kali bertemu dengan anggota komunitas yang saya ikuti. Begitu pula yang dirasakan para anggota komunitas yang telah saya wawancarai. Mereka begitu antusias menceritakan betapa bahagianya hidup mereka setelah bergabung bersama komunitas. Mereka memiliki wadah untuk saling berbagi, saling mendukung, saling membantu, juga tentu saja, berekspreasi, berkarya dan berprestasi bersama dalam minat yang sama pula. Hormon oxytocin mengalir deras, meredakan stres, lalu meningkatkan kesehatan tanpa kita sadari. Begitulah saya memahami kata-kata Mark Hyman yang saya kutip di awal tulisan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s