Habibie dan Cinta Sejati

Kita harus melepaskan masa lalu untuk menemukan cinta sejati. Itu yang saya petik dari film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2).

Film Rudy Habibie yang merupakan prekuel dari Habibie & Ainun ini mengisahkan kehidupan ilmuwan (yang lebih dikenang sebagai negarawan) B.J. Habibie jauh sebelum bertemu almarhumah istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Saya tak akan membahas soal keakuratan fakta sejarah di film ini yang sudah dibahas orang lain di blognya. Saya ingin fokus pada kehidupan pribadi Rudy Habibie sebagai mahasiswa muda dan kisah cintanya.

Dari film ini, saya mengetahui kalau Rudy Habibie banyak diidolakan mahasiswi-mahasiswi Indonesia yang kuliah di Jerman karena kecerdasannya. Ditambah lagi ia terpilih menjadi ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman. Bertambahlah karisma seorang Rudy Habibie. Namun hanya satu gadis yang berhasil menaklukkan hatinya, Ilona Ianovska yang berdarah Polandia.

Di film ini, Ilona adalah gadis yang ceria, penuh semangat, dan selalu mendukung impian-impian Rudy. Mereka bisa saja berjodoh, kalau saja Ilona menganut agama yang sama dengan Rudy. Saya ingin menangis sewaktu ibu Rudy datang menemui Ilona dan bertanya apakah Ilona sudi pindah agama dan pindah negara demi Rudy?

Ilona menjawab: saya rela pindah agama dan pindah negara demi Rudy. Tetapi apakah Rudy layak mendapatkan pengorbanan saya?

Ya, terkadang karena terlalu cinta kepada seseorang, kita rela melakukan apa saja untuk orang itu. Tapi kita lupa, apakah orang yang kita cintai itu layak mendapatkan pengorbanan kita?

Saya tidak heran mengapa Ilona menjadi cinta sejati Habibie muda. Gadis itu begitu periang, penuh semangat, selalu membantu dan merawat Rudy, tetapi juga dapat menjaga kehormatan dan prinsipnya. Ia berpikir panjang sewaktu memutuskan untuk terus atau berhenti memiliki Rudy.

Ilona tahu, Rudy sangat mencintai negaranya. Bahkan saat adegan perpisahan mereka pun Rudy menunjukkan sebuah tulisan tangannya sendiri yang menyatakan bahwa ia sangat mencintai Indonesia. Dan Ilona tahu, Rudy bisa melanjutkan perjuangannya untuk membangun Indonesia, dengan atau tanpa Ilona.

Dan bagi Rudy sendiri, perpisahannya dengan Ilona justru membuka jalan untuk menemukan cinta sejatinya, Hasri Ainun. Gadis yang pernah diolok-oloknya saat kecil itu kini tumbuh menjadi gadis cantik dan cerdas. Saat Rudy sibuk kuliah di Jerman, Ainun juga sibuk kuliah di Indonesia. Mereka tidak berkomunikasi sampai suatu hari Ainun main ke rumah Rudy (di film ini digambarkan Ainun adalah teman dekat adik Rudy) dan ibu Rudy memberikan kabar melalui surat bahwa Ainun main ke rumah. Rudy sekilas teringat masa kecilnya yang konyol saat meledek Ainun.

Jodoh memang tidak akan tertukar. Pada masanya, Ilona dan Rudy pasti berpikir tak ada orang lain yang lebih baik dari pasangan mereka saat itu. Perpisahan mereka bisa jadi sangat menyakitkan ketika itu. Tapi setelah puluhan tahun menikah dengan Ainun, Rudy pasti hanya tersenyum simpul mengingat Ilona. Jika tak berpisah dengan Ilona, ia tak akan pernah menikah dengan Ainun, tak akan menjalin kisah cinta puluhan tahun yang dicatat dalam sejarah.

Jika tak berpisah dengan Ilona, Rudy mungkin tak akan pernah menjadi Presiden RI. Pengorbanan Ilona membawa kebaikan bagi Rudy (dan mungkin bagi Ilona sendiri, meski di film tidak diceritakan kehidupan Ilona setelah berpisah dengan Rudy).

Kita harus melepaskan masa lalu untuk menemukan cinta sejati. Itu cara saya menikmati dan mengambil pelajaran dari film ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s